Penggunaan Alat Peraga Gambar Untuk Meningkatkan Minat Belajar Membaca

Saat ini saya ingin mencoba posting PTK yang pernah saya buat. Saya berharap PTK ini dapat memberikan manfaat. Saya juga mengharapkan saran dan kritik agar dapat terus memotivasi saya untuk belajar lebih baik lagi.

PENGGUNAAN ALAT PERAGA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT  BELAJAR MEMBACA

(Penelitian Tindakan Kelas I Sekolah Dasar Negeri Karangsambung 02 Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi)


Disusun oleh :

Nama               :  SITI ARUM GITA NURMALA

NIP                 :  480 128 316

Sekolah           :  SDN KARANGSAMBUNG 02

UPTD PAUD/SD KECAMATAN KEDUNGWARINGIN

KABUPATEN BEKASI

PROPINSI JAWA BARAT

2008

ABSTRAKS

PENGGUNAAN ALAT PERAGA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT  BELAJAR MEMBACA

(Penelitian Tindakan Kelas I Sekolah Dasar Negeri Karangsambung 02 Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi)

Oleh :

SITI ARUM GITA NURMALA

NIP. 480 128 316

          Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam mengkaji tentang penggunaan alat peraga gambar untuk meningkatkan minat belajar membaca. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengetahui minat belajar membaca di kelas I SDN Karangsambung 02 tanpa menggunakan alat peraga gambar, (2) Menerapkan penggunaan alat peraga gambar dalam meningkatkan hasil belajar membaca di kelas I SDN Karangsambung 02, (3) Meminimalkan kesalahan hasil belajar membaca setelah menggunakan alat peraga gambar di kelas I SDN Karangsambung 02, (4) Mengetahui minat belajar membaca dengan menggunakan alat peraga gambar di kelas I SDN Karangsambung 02. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa SDN Karangsambung 02 Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi berjumlah 30 orang. Penelitian dilaksanakan dengan model siklus dimana dalam satu siklus tindakan terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi, dan revisi. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus pelaksanaan tindakan.

       Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Prestasi siswa sekolah dasar kelas I SDN Karangsambung 02 Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi dalam pembelajaran sebelum menggunakan alat peraga gambar menghasilkan prestasi yang kurang memuaskan, hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata siswa pada pra siklus yaitu 5,42 ; (2) Dalam pembelajaran membaca, penerapan alat peraga gambar sebagai alat bantu sangat berperan penting bagi keberhasilan pembelajaran, hal ini dapat terlihat dari antusiasme siswa dan hasil nilai rata-rata siklus ke-1 yaitu sebesar 6,38 ; (3) Hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran membaca mengalami peningkatan. Pada pra siklus nilai rata-rata yang diraih adalah 5,42. Lalu pada siklus ke-1 membaik menjadi 6,38. Kemudian pada siklus ke-2 juga mengalami peningkatan sebesar 7,23. Hasil dari beberapa siklus tersebut membuktikan bahwa penggunaan alat peraga gambar dapat meminimalkan kesalahan membaca ; (4) Berdasarkan hasil pembelajaran yang dilakukan pada siklus I, dan II, terlihat adanya peningkatan nilai rata-rata hasil evaluasi. Maka dapat dikatakan, penggunaan alat peraga gambar dapat meningkatkan minat belajar membaca peserta didik.
KATA PENGANTAR

      Segala puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya laporan penelitian berjudul “ Penggunaan alat peraga gambar untuk meningkatkan minat belajar membaca siswa kelas I SDN Karangsambung 02 “ dapat diselesaikan. Shalawat serta salam semoga tetap dilimpahkan pada Nabi Muhammad SAW, kepada para keluarga, sahabat, serta umatnya.

          Dalam tugas penelitian ini diuraikan pembahasan tentang penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPS serta pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS tentang dokumen.

         Dalam penyusunan tugas penelitian ini penulis mendapat bantuan dari beberapa pihak. Oleh karena itu selayaknya penulis mengucapkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada kepala sekolah serta para guru SDN Karangsambung 02 Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi, yang telah banyak memberikan bantuan sehingga dapat menyelesaikan tugas penelitian ini. Teriring do’a yang tulus, semoga segala kebaikan yang telah diberikan oleh berbagai pihak dapat dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda.Amiin.

         Apabila terdapat kekurangan dalam penyusunan tugas penelitian ini, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kritik dan saran sangat diharapkan demi perbaikan di masa mendatang. Akhirnya, diharapkan tugas penelitian ini dapat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan.

Bekasi,   Juni 2008

SITI ARUM GITA NURMALA

DAFTAR ISI

 

 

ABSTRAKS  …………………………………………………………………………………..        i

KATA PENGANTAR………………………………………………………………….       ii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….       iii

BAB I    PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah……………………………………………………      1
  2. Identifikasi Masalah…………………………………………………………      1
  3. Rumusan Masalah…………………………………………………………..       1
  4. Tujuan Penelitian………………………………………………………..…..       2
  5. Manfaat Penelitian……………………………………………………  …….      2

BAB II   KAJIAN TEORITIS

  1. Pengertian Belajar………………………… …………………………..…….      4
  2. Pengertian Alat Peraga……………………………………………………..      4
  3. Fungsi dan Manfaat Alat Peraga…………………………………………     5
  4. Pemilihan dan Prinsip-prinsip Penggunaan Alat Peraga………      6
  5. Macam-macam Alat Peraga…………………………….………………..       7
  6. Pengertian Minat………………………………………………………………      9

BAB III METODE PENELITIAN

  1. Jenis Penelitian……………………………………………………..………….    10
  2. Lokasi dan Subjek Penelitian………………………………………………   10
  3. Data Penelitian………………………………………………………………….   10
  4. Instrumen Pengumpulan Data…………………………………………….  12
  5. Teknik Analisis Data…………………………………………………………..   13

BAB IV HASIL PENELITIAN

  1. Pelaksanaan Penelitian ………………………………………………..…        14
  2. Pembahasan Hasil Penelitian………………………………………………… 18

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan…………………………………………………………………………  19
  2. Saran……………………………………………………………………….………    19

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………..……………      20

BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

Untuk anak usia sekolah dasar taraf berpikir masih berada dalam ranah konkret, artinya dalam memahami suatu konsep peserta didik masih harus dilibatkan dengan kegiatan pembelajaran yang menggunakan benda nyata atau kejadian nyata yang dapat diterima akal peserta didik usia sekolah dasar.

Berdasarkan hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran, pengalaman peserta didik memegang peranan yang penting dalam keberhasilan pembelajaran. Agar pengalaman pembelajaran peserta didik dapat lebih bermakna, maka dibutuhkan alat bantu belajar. Alat bantu belajar dapat berupa alat peraga atau media pembelajaran. Tetapi pada kenyataannya masih banyak tenaga pendidik atau guru yang masih belum atau minim dalam menggunakan alat bantu belajar.

Berangkat dari pemikiran dan temuan di atas, penelitian ini mencoba menggunakan alat bantu berupa alat peraga gambar untuk meningkatkan minat belajar membaca siswa Kelas I Sekolah Dasar.

B.    Identifikasi Masalah

Kegiatan pembelajaran pada umumnya membutuhkan alat peraga atau media yang sesuai dengan materi pembelajaran. Tetapi pada kenyataannya, banyak para pendidik dalam mengadakan proses pembelajaran IPS, hanya mengandalkan teori dan hafalan saja. Sehingga hasil yang dicapai peserta didik tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan digunakan alat peraga berupa media pembelajaran.

C.    Rumusan Masalah

Pembelajaran secara klasik umumnya hanya menciptakan verbalisme. Hal ini menyebabkan kurangnya minat dan motivasi peserta didik dalam belajar. Agar minat peserta didik dalam pembelajaran membaca bertambah besar, maka perlu adanya alat bantu berupa media pembelajaran atau alat peraga untuk memudahkan siswa memahami bahan ajar tersebut.

Berangkat dari uraian di atas, rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : “ Bagaimana meningkatkan hasil belajar membaca melalui penggunaan alat peraga gambar? “

Selanjutnya rumusan masalah tersebut di atas dapat diuraikan dalam rincian sebagai berikut :

  1. Bagaimana hasil belajar siswa dalam pembelajaran membaca sebelum menggunakan alat peraga gambar ?
  2. Bagaimana aktivitas siswa dalam proses pembelajaran membaca dengan menggunakan alat peraga gambar ?
  3. Bagaimana hasil belajar siswa dalam pembelajaran membaca setelah menggunakan alat peraga gambar ?

D.    Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui kemajuan hasil belajar siswa dalam pembelajaran membaca dengan penggunaan alat peraga gambar. Secara rinci tujuan dimaksud adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui minat belajar membaca di kelas I SDN Karangsambung 02 tanpa menggunakan alat peraga gambar
  2. Menerapkan penggunaan alat peraga gambar dalam meningkatkan hasil belajar membaca di kelas I SDN Karangsambung 02
  3. Meminimalkan kesalahan hasil belajar membaca setelah menggunakan alat peraga gambar di kelas I SDN Karangsambung 02.
  4. Mengetahui minat belajar membaca dengan menggunakan alat peraga gambar di kelas I SDN Karangsambung 02

E.    Manfaat Penelitian

Setelah penelitian ini, diharapkan dapat menghasilkan manfaat berupa informasi baru tentang kemajuan hasil belajar siswa dalam membaca melalui penggunaan alat peraga gambar. Adapun manfaat lain yang hendak dicapai diantaranya sebagai berikut :

  1. Bagi siswa

Setelah guru mengetahui tingkat kesalahan yang dicapai peserta didik dalam pembelajaran membaca, guru dituntut untuk dapat mengatasi kekurangan hasil belajar. Setelah penggunaan alat peraga diterapkan, diharapkan minat belajar kelas I dapat meningkat

  1. Bagi Guru

Seorang pendidik atau guru dalam menjalankan tugasnya harus selalu mengadakan pengembangan profesi. Melalui penelitian guru dapat mencari dan menemukan solusi dari setiap permasalahan pembelajaran sehingga dapat memperkaya pengetahuan dan sebagai pedoman bagi guru untuk mencapai tujuan pembelajaran.

 BAB II

KAJIAN TEORITIS

A.        Pengertian Belajar

Dalam kegiatan pendidikan di Sekolah Dasar khususnya, terdapat proses belajar dan mengajar atau dapat juga disebut proses pembelajaran. Peran pembelajaran dalam pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Pengertian belajar memiliki unsur-unsur sebagai berikut :

  1. belajar adalah suatu proses
  2. belajar menciptakan perubahan tingkah laku yang positif
  3. belajar diperlukan interaksi
  4. perubahan positif hasil belajar bersifat relatif tetap.
  5. hasil belajar bersifat berkelanjutan

B.        Pengertian Alat Peraga

Dalam pembelajaran modern kita harus berusaha agar anak-anak itu lebih mengerti dalam mengikuti pelajaran dengan gembira, sehingga minatnya terhadap belajar akan lebih besar. Anak-anak akan lebih besar minatnya bila pelajaran itu disajikan dengan baik dan menarik. Dengan dipergunakannya alat peraga, maka anak-anak diharapkan akan termotivasi dalam belajar.

Di samping itu tidak sedikit anak-anak yang pemahamannya kurang. Ini dapat disadari, sebab selain daripada bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh anak-anak, secara gradual kemampuan belajar melalui telinga, mata dan gerak itu berbeda-beda. Dengan alat peraga, akan sangat membantu anak-anak yang pemahamannya kurang (tanpa benda real) dan belajar melalui telinganya kurang. Mereka yang demikian itu akan lebih berhasil belajarnya bila melalui gambar dan benda-benda real (alat peraga).

Sangat penting dengan adanya hubungan antara pengajaran itu sendiri dengan benda-benda yang ada di sekelilingnya atau hubungan antara ilmu-ilmu (topik-topik) yang telah dipelajarinya dengan masyarakat. Anak-anak dalam kegiatan belajarnya perlu dibawa ke alam sekitarnya, mengadakan penyelidikan, mengumpulkan, mencatat, dan mengolah data yang didapat.

Banyak pendapat yang mengemukakan arti alat peraga, diantaranya yaitu :

  1. Alat peraga adalah media pengajaran yang mengandung atau membawakan konsep-konsep yang dipelajari.

(Pujiati, 2004:3)

  1. Alat peraga adalah media pengajaran yang mengandung atau membawakan cirri-ciri dari konsep yang dipelajari.

(Elly Estiningsih dalam Pujiati: 1994)

  1. Alat peraga merupakan benda real , gambar atau diagram            (Antonius C Prihandoko, 2008)
  2. Alat peraga adalah “alat-alat yang dipergunakan oleh guru ketika mengajar untuk memperjelas materi pelajaran dan mencegah terjadinya verbalisme pada siswa”. (Ruseffendi, 1992:229)

Dengan alat peraga tersebut, siswa dapat melihat langsung bagaimana keteraturan serta pola yang terdapat dalam benda yang diperhatikannya. Maka dari beberapa pendapat di atas bahasa dalam penyampaian pengajaran melalui alat peraga, siswa mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung yang terdapat pada benda atau objek yang dipelajari.

C.        Fungsi dan Manfaat Alat Peraga

secara umum, menurut Pujiati (2004) ada beberapa fungsi alat peraga dalam proses pembelajaran, yaitu diantaranya :

  1. sebagai media dalam menanamkan konsep-konsep matematika
  2. sebagai media dalam memantapkan pemahaman konsep
  3. sebagai media untuk menunjukkan hubungan antara konsep matematika dengan dunia di sekitar kita serta aplikasi konsep dalam kehidupan nyata.

Supaya anak-anak lebih besar minatnya. Supaya anak-anak dibantu pemahamannya sehingga lebih mengerti dan lebih besar daya ingatnya. Supaya anak-anak dapat melihat hubungan antara ilmu yang dipelajarinya dengan alam sekitar dan masyarakat. Dan dengan alat peraga dapat menumbuhkan kegairahan belajar. Dapat meningkatkan aktivitas dan kreatifitas. Efisiensi waktu dan efisiensi motivasi dalam proses belajar mengajar. Penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran bukan merupakan fungsi tambahan tetapi mempunyai fungsi tersendiri, sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif. Penggunaan alat peraga merupakan bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar. Ini berarti bahwa alat peraga merupakan salah satu unsur yang harus dikembangkan guru. (Ruseffendi,1997:104)

Alat peraga dalam pengajaran, penggunaannya integral dengan tujuan dari isi pelajaran. Penggunaan alat peraga dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempertinggi mutu pembelajaran. Dengan perkataan lain dengan menggunakan alat peraga, hasil belajar yang dicapai akan tahan lama diingat siswa, sehingga pembelajaran mempunyai nilai tinggi. (Dirjen Dikdasmen, No.024/c/kep/R.1994)

Sedangkan beberapa manfaat dari alat peraga dalam proses pembelajaran, yaitu :    Dapat meningkatkan minat anak, membantu tilik ruang, supaya dapat melihat antara ilmu yang dipelajari dengan lingkungan alam sekitar, anak akan lebih berhasil belajarnya bila banyak melibatkan alat inderanya, sangat menarik minat siswa dalam belajar, mendorong siswa untuk belajar bertanya dan berdiskusi, menghemat waktu belajar. (Ruseffendi, 1994:240; Gunawan dkk, 1996:37)

Dengan demikian penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran akan lebih kondusif, efektif dan efisien. Siswa akan termotivasi untuk belajar, karena mereka tertarik dan mengerti atas pelajaran yang diterimanya.

D.        Pemilihan dan prinsip-prinsip Penggunaan Alat Peraga

Dalam proses pembelajaran, seorang pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran hendaknya dapat memilih alat peraga yang tepat sesuai dengan konsep pembelajaran yang akan disampaikan.

William Burton (dalam Gunawan dkk, 1992:37) mengemukakan hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih alat peraga, yaitu :

  1. alat peraga yang dipilih harus sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok
  2. alat peraga yang dipilih harus tepat, memadai dan mudah digunakan
  3. dalam memilih alat peraga harus direncanakan dan diteliti dan diperiksa lebih dahulu
  4. penggunaan alat peraga disertai dengan kelanjutan diskusi dan analisis
  5. sesuai dengan status kemampuan biaya

Berdasarkan pendapat tersebut, maka hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat peraga, tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, tingkat kematangan atau kemampuan siswa, metode, waktu serta situasi.

E.        Macam-macam Alat Peraga

Untuk membantu proses pelaksanaan proses pembelajaran di kelas, alat peraga dapat menunjang keberhasilan pembelajaran. Beberapa alat peraga yang dapat digunakan di sekolah dasar dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1).        Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam:

a. Media audatif; yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder, piringan audio. Media ini tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan dalam pendengaran.

b. Media visual; yaitu media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides (film bingkai) foto, gambar atau lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, film kartun.

c. Media audio-visual; yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsure gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media ini dibagi lagi ke dalam (a) audio-visual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film bingkai suara (sound slides), film rangkai suara, cetak suara, dan (b) audio-visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti film suara dan video-cassette.

Pembagian lain dari media ini adalah (a) audio-visual murni, yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar berasal dari satu sumber seperti film, video cassette, dan (b) audio-visual tidak murni, yaitu yang unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda, misalnya flm bingkai suara yang unsur gambarnya bersumber dari slide projector dan unsur suaranya berasal dari tape recorder. Contoh lainnya adalah film strip suara dan cetak suara.

2).        Dilihat dari daya liputnya, media dibagi ke dalam:

a. Media yang mempunyai daya liput yang luas dan serentak. Penggunaan media tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta menjangkau jumlah anak didik dalam waktu yang sama. Contoh media ini ialah radio dan televisi.

b. Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat, yaitu media yang dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat yang tertutup dan gelap.

c. Media untuk pengajaran individual seperti modul berprogram dan pengajaran melalui computer.

3).        Dilihat dari bahan dan pembuatannya, media dibagi ke dalam:

a. Media yang sederhana, yaitu media yang bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit.

b. Media yang kompleks, yaitu media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya, dan penggunaannya memerlukan keterampilan yang memadai.

c. Apa pun bentuk dan jenis alat bantu (media) pendidikan itu tidak lain adalah sebagai pelengkap, sebagai pembantu memeprmudah usaha mencapai tujuan, dan sebagai tujuan

F.         Pengertian Minat

Berminat terhadap sesuatu itu mungkin karena melihat kegunaannya, karena senang atau karena menarik perhatian. Mengingat pentingnya minat dalam belajar banyak pendapat para ahli tentang minat.

Minat adalah perhatian yang mengandung unsur-unsur perasaan. Menurut A. Mursad at.al yang dikutip Saiful Bahri (2000:60) menyatakan, minat adalah “kesadaran seseorang bahwa suatu obyekseseorang atau soal, atau situasi mengandung sangkut paut dengan dirinya”. Whitherington (1984:135) menyatakan, “Minat merupakan sesuatu serta akibat dari perhatian”. W.S Winkel (1999:188) menyatakan bahwa, “Minat diartikan sebagai kecenderungan subyek yang menetap, untuk merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu (Abdul Rahman Shaleh, 2004).

Pendapat William James (1890) yang dikutip Uzer Usman (2002: 27), melihat bahwa minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan derajat keaktifan belajar siswa. Jadi, efektif merupakan faktor yang menentukan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar. Pendapat Ovide Decroly (1871-1932) yang dikutip Uzer Usman (2002: 27), mendasarkan sistem pendidikannya pada pusat minat yang pada umumnya dimiliki oleh setiap orang, yaitu minat terhadap makanan, perlindungan terhadap pengaruh iklim (pakaian dan rumah), mempertahankan diri terhadap macam-macam bahaya dan musuh, bekerja sama dalam olah raga. Perhatian ada 2 macam yaitu perhatian terpusat yang hanya tertuju pada satu obyek. Dan perhatian terbagi yaitu penilaian yang tertuju pada berbagai hal/obyek secara sekaligus.

BAB III

METODE PENELITIAN

A.        Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Upaya perbaikan ini dilakukan dengan melaksanakan tindakan untuk mencari jawaban atas permasalahan yang diangkat dari kegiatan tugas sehari-hari di kelas.

Penelitian ini dalam pelaksanaannya terdiri dari siklus-siklus berbentuk spiral yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

B.        Lokasi dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Karangsambung 02 Desa Karangsambung Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi. Dipilihnya sekolah tersebut sebagai tempat penelitian berdasarkan atas beberapa pertimbangan, diantaranya :

  1. Sekolah tersebut tempat peneliti bertugas, sehingga kegiatan penelitian tersebut tidak mengganggu proses pembelajaran.
  2. Memudahkan dalam hal perizinan

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I Sekolah Dasar Negeri Karangsambung 02 Desa Karangsambung Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi.

C.        Data Penelitian

Dalam penelitian tindakan kelas ini, langkah-langkah yang dilaksanakan terbagi dalam beberapa siklus (cycle), dan peneliti secara langsung melibatkan diri aktif dan intensif dalam rangkaian kegiatan penelitian.

Model siklus yang akan digunakan penulis yaitu model yang dikembangkan oleh Kasbolah (1998/1999) yang meliputi empat tahapan, yaitu : a) tahap perencanaan tindakan; b) tahap tindakan pelaksanaan; c) tahap pengamatan atau observasi, dan d) tahap refleksi, yang masing-masing dilakukan melalui dua atau tiga tahap siklus.

Rincian kegiatan pada setiap kegiatan adalah sebagai berikut :

1. Perencanaan

-           menyusun rancangan tindakan yang menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan akan dilakukan.

-           menentukan fokus amatan dengan membuat instrumen pengamatan utnuk merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung.

Secara rinci, kegiatan pada tahap perencanaan terdiri dari kegiatan berikut.

  • Identifikasi dan analisis masalah
  • Penetapan alasan mengapa penelitian dilakukan.
  • Perumusan masalah secara jelas.
  • Penetapan cara yang akan dilakukan untuk menemukan jawaban, dimulai dengan menetapkan berbagai alternatif tindakan pemecahan masalah, kemudian dipilih tindakan yang paling menjanjikan hasil terbaik yang dapat dilakukan guru.
  • Membuat secara rinci persiapan tindakan
  • Membuat skenario pembelajaran
  • Mempersiapkan sarana pembelajaran
  • Mempersiapkan instrumen penelitian
  • Melakukan simulasi pelaksanaan tindakan

2. Pelaksanaan Tindakan

  • Implementasi skenario tindakan yang telah direncanakan, yang dilakukan bersamaan dengan observasi terhadap dampak tindakan

3. Observasi

  • Tahapan ini berjalan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan.
  • Pada tahapan ini peneliti mengamati dan mencatat semua hal yang diperlukan dan terjadi selama tindakan berlangsung, dengan menggunakan format observasi yang telah disusun, atau menggunakan catatan lapangan yang formatnya bebas.
  • Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif, misalnya hasil tes, hasil kuis, nilai tugas, , dll; atau data kualitatif yang menggambarkan keaktifan diskusi, antusias siswa, mutu diskusi yang dilakukan, dsb.
  • Data yang terkumpul dicek, kemudian membandingkan data yang diperoleh dengan data lain, dan sebagainya.
  • Data kemudian dianalisis untuk mempermudah penarikan kesimpulan sementara dan refleksi terhadap tindakan yang dilakukan.

4. Refleksi

  • Tahapan ini mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan, berdasar data yang telah terkumpul, kemudian dievaluasi untuk memperbaiki tindakan berikutnya.
  • Refleksi mencakup analisis, sintesis, dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan yang dilakukan.
  • Analisis data meliputi reduksi data, paparan data, dan penyimpulan.

D.        Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen penelitian merupakan sarana atau alat dalam memperoleh data penelitian. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah :

  1. Guru

Guru dalam hal ini berperan sebagai sumber data

  1. Wawancara

Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data, komunikasi tersebut dilakukan melalui dialog atau tanya-jawab secara lisan.

  1. Observasi

Observasi merupakan suatu teknik untuk mengamati secara langsung terhadap kegiatan-kegiatan secara langsung ataupun tidak.

  1. Lembar Tes

Alat pengumpul data yang berupa lembaran-lembaran soal yang bertujuan mengetahui sejauh mana keberhasilan program pengajaran yang telah dilakukan. Lembaran soal ini diperlukan sebagai acuan dalam mengukur tingkat keberhasilan belajar siswa

 

E.        Teknik Analisis Data

Dalam menganalisis data dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan yaitu :

  1. Data kuantitatif berupa nilai hasil belajar siswa yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.
  2. Data kualitatif berupa pemaparan kalimat tentang aktivitas siswa.

Sedangkan tahapan-tahapan dalam menganalisis data dalam penelitian ini, dilakukan melalui langkah-langkah berikut berikut :

  1. Katagori Data

Pada langkah ini penulis mengumpulkan seluruh data baik yang diperoleh melalui teknik tes maupun melalui non tes, aktivitas siswa dalam proses pembelajaran IPS dengan menggunakan media pembelajaran

2.    Validasi Data

Agar data yang diperoleh lebih valid, maka dilakukan teknik triangulasi yaitu dengan melakukan beberapa tindakan, antara lain :

  1. menggunakan cara yang bervariasi untuk memperoleh data yang sama
  2. menggali data yang sama dari sumber yang berbeda dalam penelitian ini antara lain guru dan siswa
  3. mempertimbangkan pendapat ahli dan teman sejawat guna pengecekan kesahihan data

3.    Interpretasi Data

Data yang diperoleh diinterpretasikan berdasarkan teori atau aturan yang diperoleh sebagai acuan untuk melakukan tindakan selanjutnya.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Setelah kita dapat mengetahui seluruh data dan mengamati dari hasil observasi serta menganalisisnya, maka dapat terlihat bahwa alat peraga gambar memiliki pengaruh yang besar bagi keberhasilan pembelajaran sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Untuk hasil yang lebih rinci dapat dilihat pembahasan berikut :

A.        PELAKSANAAN PENELITIAN

1.         Pelaksanaan Pra Siklus

Pelaksanaan pra siklus ini peneliti mencoba mengadakan atau mempersiapkan pembelajaran tentang dokumen dengan indikator bahwa peserta didik dapat membaca kata sesuai dengan gambar, menunjukkan kata yang tepat sesuai gambar.

Dalam pembelajaran pra siklus ini, peneliti belum menggunakan media pembelajaran. Sehingga pembelajaran bersifat klasikal. Guru lebih banyak memberikan ceramah tanpa melibatkan peserta didik. Setelah mengadakan pembelajaran, kemudian guru mengadakan tes.

Dari hasil tes atau evaluasi yang diadakan, pada pembelajaran pra siklus didapat hasil rata-rata sebesar 5,42. Hasil ini dianggap kurang memuaskan.

2.         Pelaksanaan Tindakan Siklus 1

            a.  Perencanaan Tindakan

Pada tahap ini guru masih merumuskan rencana program pembelajaran membaca. Pada siklus ke-1 ini guru mencoba memperkenalkan kata-kata melalui alat peraga gambar.

b.  Pelaksanaan dan Observasi

Pada pembelajaran pertama materi yang diajarkan mengenai pengenalan benda-benda melalui kata yang disertai oleh gambar sesuai dengan persiapan mengajar yang telah dibuat. Waktu yang tersedia adalah 2 jam pelajaran. Bagi siswa kelas I banyaknya satu jam pelajaran adalah 35 menit, maka waktu yang tersedia adalah dua kali 35 menit atau satu jam 10 menit. Materi ini disampaikan mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan 08.40 WIB.

Langkah-langkah pembelajaran kegiatan inti yang dilaksanakan pada pembelajaran siklus ke-1 ini adalah :

1) Guru memperkenalkan benda-benda dengan menyebutkan benda sesuai alat peraga gambar

2) Guru membacakan nama-nama benda dengan menunjukkan kata yang sesuai

3) Beberapa siswa diminta menunjukkan benda sesuai gambar

4) Beberapa siswa diminta menunjukkan benda sesuai kata yang tepat

5) Guru mengadakan tes

Pada tindakan pertama telah diadakan tes oleh guru dan didapatkan hasil dengan rata-rata nilai 6,38.

c.  Refleksi Tampilan Pertama

Dengan menggunakan alat peraga gambar pada pembelajaran membaca memberikan kontribusi kepada peserta didik mengenai materi yang dipelajarinya. Dari analisis data didapat rata-rata nilai dan hasil observasi yang dapat ditafsirkan sebagai berikut : Hasil rata-rata nilai pra siklus adalah 5,42 dan hasil rata-rata nilai tindakan pertama adalah 6,38.

Pada tampilan pertama, materi yang disajikan sudah sesuai dengan yang direncanakan, hanya saja perlu pengulangan membaca agar lebih rinci bagi peserta didik.

d.  Saran Tampilan Berikutnya

Pada tampilan berikutnya penggunaan alat peraga gambar harus masih digunakan untuk menunjang keberhasilan prestasi belajar peserta didik. Dalam proses pembelajaran sebaiknya interaksi yang terjalin tidak kaku sehingga tidak mengundang siswa menjadi gaduh. Guru lebih banyak memberikan pengulangan, agar siswa dapat lebih mengingat nama-nama benda melalui gambar dan kata-kata yang tepat.

2.         Pelaksanaan Tindakan Siklus 2

            a.  Perencanaan Tindakan

Pada tindakan kedua perencanaan dibuat dan dirumuskan dalam bentuk Persiapan Mengajar Harian dengan bahasan masih memperkenalkan nama-nama benda melalui kata dan gambar yang sesuai.

 

b.  Pelaksanaan dan Observasi

Pelaksanaan tindakan kedua adalah mengaktualisasikan skenario pembelajaran berupa Persiapan Mengajar Harian yang telah disiapkan sebelumnya.

Seperti biasanya pada kegiatan awal guru mempersiapkan peserta didik pada situasi belajar yang kondusif, peserta didik menyiapkan dirinya untuk belajar dengan berdo’a terlebih dahulu, dan memberi salam kepada guru kelas. Kemudian guru mengabsen peserta didik dan melakukan apersepsi, yaitu dengan mengulang pelajaran.

Guru tidak hanya melakukan tanya jawab kepada seluruh siswa, tetapi juga menunjuk beberapa siswa agar maju ke depan dan menunjukkan nama benda sesuai kata yang tepat yang ada di meja yang telah disiapkan di depan. Setelah itu guru mengulangi pembacaan kata-kata dari nama-nama benda. Kemudian diadakan penugasan kembali kepada beberapa siswa untuk menunjukkan nama-nama benda sesuai dengan gambar dan kata yang tepat. Setelah itu seperti biasa selalu diadakan evaluasi.

c.  Refleksi Tampilan Kedua

Pada tindakan kedua ini pada umumnya proses pembelajaran dan kinerja guru sudah mengalami kemajuan yang pesat dibandingkan dengan tampilan pada tindakan pertama. Komunikasi guru dan siswa berjalan sangat lancar dan peserta didik terlihat sangat antusias sehingga pembelajaran berjalan sangat interaktif

Dibawah ini akan ditampilkan rincian hasil evaluasi mulai dari pra siklus, siklus ke-1 hingga siklus ke-2

Tabel 4.1

Nilai Evaluasi Pembelajaran Membaca Tindakan Pertama

Kelas I SDN Karangsambung 02

Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi

No.

N a m a

Pra Siklus

Siklus ke-1

Siklus ke-2

1

S

5

6

7

2

CR

6

7

8

3

DRA

6

6,5

7

4

PWD

6

6,5

7

5

BA

6,5

7

8

6

AFC

5

6

7

7

HS

6

6,5

7

8

DR

5

5

6

9

PSR

5

6,5

7

10

NAS

4

6

7

11

AD

5

6

8

12

SDD

6

7

7

13

MAH

5

6

7

14

KSOP

4

6

7

15

IA

7

8

9

16

AKD

7

8

9

17

JN

5

6

7

18

NAR

5

6

6

19

AW

5

6

6,5

20

DM

6

7

8

21

RM

6

7

8

22

AFR

4

6

7

23

NS

6

7

7,5

24

LAP

5

6

7

25

RN

5

6

7

26

AS

5

7

8

27

NL

6

6

7

28

AKA

5

7

7

29

FR

6

6,5

7

30

NA

5

4

6

Nilai Rata – rata

5,42

6,38

7,23

Persentase

54%

64%

72%

B.        PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Setelah diadakan pembelajaran dari pra siklus, siklus ke-1, dan siklus ke-2 tentang pembelajaran membaca, maka telah terlihat adanya peningkatan dari setiap pembelajaran.

Pada pembelajaran pra siklus tidak menggunakan alat peraga gambar sehingga pembelajaran bersifat klasikal dan berjalan monoton tanpa ada interaksi yang aktif. Sedangkan pada pembelajaran siklus ke-1 penggunaan alat peraga gambar sudah diterapkan, dan hasilnya cukup memuaskan, walau masih ada beberapa siswa yang masih mendapat nilai di bawah standar. Kemudian pada pembelajaran siklus ke-2 pembelajaran berjalan lebih interaktif lagi dengan komunikasi yang lancar sehingga memberikan hasil evaluasi yang memuaskan.

Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga gambar mempengaruhi hasil belajar siswa yang sangat baik dan positif. Dan cenderung dapat mewujudkan tujuan-tujuan pembelajaran.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.        KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian terhadap penggunaan alat peraga gambar pada pembelajaran membaca, dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.         Prestasi siswa sekolah dasar kelas I SDN Karangsambung 02 Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi dalam pembelajaran sebelum menggunakan alat peraga gambar menghasilkan prestasi yang kurang memuaskan, hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata siswa pada pra siklus yaitu 5,42.

2.         Dalam pembelajaran membaca, penerapan alat peraga gambar sebagai alat bantu sangat berperan penting bagi keberhasilan pembelajaran, hal ini dapat terlihat dari antusiasme siswa dan hasil nilai rata-rata siklus ke-1 yaitu sebesar 6,38.

3.         Hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran membaca mengalami peningkatan. Pada pra siklus nilai rata-rata yang diraih adalah 5,42. Lalu pada siklus ke-1 membaik menjadi 6,38. Kemudian pada siklus ke-2 juga mengalami peningkatan sebesar 7,23. Hasil dari beberapa siklus tersebut membuktikan bahwa penggunaan alat peraga gambar dapat meminimalkan kesalahan membaca.

4.         Berdasarkan hasil pembelajaran yang dilakukan pada siklus I, dan II, terlihat adanya peningkatan nilai rata-rata hasil evaluasi. Maka dapat dikatakan, penggunaan alat peraga gambar dapat meningkatkan minat belajar membaca peserta didik.

B.        SARAN

Adapun sebagai bahan masukan demi perbaikan di masa mendatang, penulis menyampaikan saran-saran sebagai berikut :

1.         Bagi Guru Kelas

Guru hendaknya lebih mengekplorasi lagi penggunaan alat peraga gambar dalam pembelajaran membaca. Selain itu, keterampilan guru dalam memanfaatkan alat peraga pembelajaran pun hendaknya terus ditingkatkan.

2.         Bagi Pihak Sekolah

Sekolah hendaknya mengupayakan tersedianya alat peraga pembelajaran untuk menunjang pembelajaran. Hal itu sangat mungkin dilakukan saat ini mengingat ketersediaan dana di sekolah saat ini sudah cukup memadai dengan adanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

3.         Bagi Dinas Pendidikan

Keterampilan guru dalam memanfaatkan alat peraga pembelajaran masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu dalam upaya pengembangan wawasan dan peningkatan keterampilan guru, hendaknya dinas pendidikan dapat memfasilitasi hal tersebut, baik dengan mengadakan pelatihan-pelatihan, penataran-penataran, atau pun penyediaan buku panduan disamping tentu saja penyediaan alat peraga.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Kasbolah, K.1998. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. Depdikbud

Pujiati. 2004. Penggunaan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika. Yogyakarta. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika.

Ruseffendi, E. T., dkk. 1994. Materi Pokok Pendidikan Matematika III.

Universitas Terbuka, Depdikbud : Jakarta

Shaleh, Abdul Rahman dan Wahab, Muhbid Abdul. 2004. Psikologi Suatu

Pengantar Dalam Persepsi Islam : Jakarta.

Usman. Moh. Uzer. 2002. Menjadi Guru Profesional. PT. Remaja Rosdakarya :

Jakarta.

3 thoughts on “Penggunaan Alat Peraga Gambar Untuk Meningkatkan Minat Belajar Membaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s